Home » » Ada Tilgram Tiba Senja

Ada Tilgram Tiba Senja

Written By Polaris Institute on Sabtu, 12 Mei 2012 | 03.21

(Ada tilgram tiba senja
dari pusar kota yang gila
disemat di dada bunda).

(BUNDA, LETIHKU TANDAS KE TULANG
ANAKDA KEMBALI PULANG).

Kapuk randu! Kapuk randu!
Selembut tudung cendawan
kuncup-kuncup di hatiku
pada mengembang bemerkahan.

Dulu ketika pamit mengembara
kuberi ia kuda bapanya
berwarna sawo muda
cepat larinya
jauh perginya.

Dulu masanya rontok asam jawa
untuk apa kurontokkan air mata?
cepat larinya
jauh perginya.
Lelaki yang kuat biarlah menuruti darahnya
menghunjam ke rimba dan pusar kota.

Tinggal bunda di rumah menepuki dada
melepas hari tua, melepas doa-doa
cepat larinya
jauh perginya.

Elang yang gugur tergeletak
elang yang gugur terebah
satu harapku pada anak
ingat 'kan pulang 'pabila lelah.

Kecilnya dulu meremasi susuku
kini letih pulang ke ibu
hatiku tersedu
hatiku tersedu.

Bunga randu! Bunga randu!
Anakku lanang kembali kupangku.

Darah, o, darah
ia pun lelah
dan mengerti artinya rumah.

Rumah mungil berjendela dua
serta bunga di bendulnya
bukankah itu mesra?

Ada podang pulang ke sarang,
tembangnya panjang berulang-ulang
- Pulang ya pulang, hai Petualang!

Ketapang. Ketapang yang kembang
berumpun di dekat perigi tua
anakku datang, anakku pulang
kembali kucium, kembali kuriba. Ping your blog, website, or RSS feed for Free
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Polaris Institute - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger